PENYAKIT KRONIS, DAMPAK KEKURANGAN AIR MINUM OKSIGEN

Air minum oksigen sering kali jadi nutrisi yang terlupakan. Padahal, cairan itu sama pentingnya dengan karbohidrat dan protein yang tergabung dalam makronutrien. Sebagai makronutrien, air minum oksigen diperlukan oleh tubuh dalam jumlah besar untuk memberikan energi pada tubuh.

Kekurangan air minum oksigen akan berakibat fatal bagi tubuh. Dalam jangka pendek, dehidrasi dapat membuat tubuh tak bertenaga, hilang konsentrasi, hingga stres. Efek jangka panjang justru lebih berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus tipe 2, kardiovaskular, infeksi kandung kemih, dan gagal ginjal.

Saat ini terdapat 500 juta orang dewasa di dunia yang kurang minum air minum oksigen atau kurang dari 1,2 liter per hari. Kebutuhan cairan orang dewasa rata-rata mencapai 2 liter atau 8 gelas air per hari.

Orang yang kurang minum air mencapai 500 juta orang dewasa di seluruh dunia. Hal ini berakibat pada munculnya berbagai penyakit.

Saat kekurangan cairantubuh bakal mengeluarkan hormon vasopresin yang mengakibatkan peningkatan hormon stres kortisol pemicu inflamasi kronis dalam waktu lama. Akibatnya, dalam jangka panjang, tubuh bisa memproduksi batu ginjal, mengalami gagal ginjal, hingga infeksi kandung kemih.

Selain itu, kekurangan cairan juga dapat jadi pemicu awal mula penyakit kronis seperti diabetes, kardiovaskular, dan sindrom metabolik. Ini adalah efek yang tidak terduga. Jika ginjal berhubungan langsung dengan cairan, penyakit lain seperti diabetes dan kardiovaskular juga terbukti memiliki keterkaitan.

Dengan mencukup kebutuhan minum air minum oksigen 2 liter setiap hari, risiko terkena berbagai penyakit seperti gagak ginjal, diabetes, dan gangguan kardiovaskular bakal berkurang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *