KURANG MINUM AIR PUTIH, RESIKO PENYAKIT GINJAL

Penyakit batu ginjal merupakan salah satu penyakit yang cukup sering terjadi di Indonesia. Umumnya, penderita batu ginjal baru merasakan gejala penyakit ini setelah merasa sakit dan tidak lancar saat buang air kecil. Batu ginjal terbentuk karena akibat adanya zat yang mengalami pengkristalan. Di dalam ginjal terdapat banyak aliran darah yang membawa banyak senyawa. Senyawa yang tidak seimbang, seperti terlalu banyak mengandung kalsium akan mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal ini juga bisa menyebabkan perdarahan, penyumbatan aliran kemih, nyeri dan infeksi.

Beberapa hal yang menjadi faktor risiko terjadi batu ginjal adalah obesitas, memiliki keturunan yang pernah mengidap batu ginjal dan dehidrasi. Terdapat dua jenis batu ginjal yaitu, batu opak yang terlihat berwarna putih seperti warna tulang saat dilakukan pemeriksaan dan difoto pada organ ginjal dan batu non opak yang tidak terlihat saat dilakukan pemeriksaan atau difoto pada organ ginjal. Keduanya merupakan batu ginjal yang berbahaya bila dibiarkan, karena bisa menyebabkan infeksi dan komplikasi pada ginjal. 

Salah satu cara untuk menghindari terjadinya batu ginjal adalah dengan minum air putih dalam jumlah cukup, yaitu sekitar tiga liter dalam sehari. Cara ini bahkan dapat membantu mengeluarkan batu ginjal saat buang air kecil. Batu ginjal yang bisa dikeluarkan melalui urin adalah batu ginjal dengan ukuran kecil, atau batu ginjal dengan ukuran 0,5 sentimeter. Sedangkan batu ginjal dengan ukuran lebih besar hanya bisa dikeluarkan melalui proses medis, seperti ditembak menggunakan laser khusus atau dipecahkan melalui operasi. Oleh karena organ ginjal termasuk dalam organ yang berperan penting dalam mengontrol zat yang bersifat racun di dalam tubuh, maka gangguan di dalam organ ini bisa mengganggu fungsinya. Itulah sebabnya, dianjurkan dari sekarang untuk mencegahnya dengan minum air putih.